ENTER

9.4.12

People getting weird these day

Semakin hari , Jakarta berhasil menghasilkan orang-orang aneh dalamnya. Sebenernya kejadian gue bertemu orang-orang aneh ini cuma pas di busway aja sih. Mungkin harus gue ganti kata-katanya.
Semakin hari, busway berhasil menampilkan orang-orang sedikit frustasi dengan masalah mereka. Mungkin itu lebih baik.

Selama beberapa hari belakangan ini, gue selalu bertemu orang-orang yang mengalami keanehan di lingkungan busway yang sering gue lewatin. Biasanya seaneh-anehnya masyarakat busway, paling cuma rebutan masuk bus atau muka-muka penumpang yang lagi kejepit pas bus nya lagi penuh banget.

Tapi, kali ini agak sedikit berbeda. Orang-orang ini secara mendadak gue temukan dengan masalah-masalah yang sedang mereka alami pada waktu itu. Sejujurnya gue ga mau tau apa masalah apa yang menimpa mereka sampe-sampe menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Tapi, tetep aja gue kepo dengan alasan mereka untuk seperti itu.

THE MYSTERIOUS SQUATING BLACKMAN.
Oke, mungkin gue mulai aja pertemuan dengan ketiga orang-orang ini. Untuk orang yang pertama kali, waktu itu gue lagi berangkat kuliah dari arah rumah gue. Gue transit di halte kuningan barat. Seperti biasa gue berjalan dengan aga terburu-buru sambil ngedengerin lagu pake headset. Sesaat gue baru setengah jalan menuju halte di sisi lain jalanan, gue bertemu dengan seorang laki-laki berjaket hitam, celana hitam, tas selempang hitam, setelannya mirip dengan orang-orang pekerja biasa . Dan gue melihat laki-laki tersebut dengan posisi berjongkok, di tengah-tengah jalan jembatan, dan dia merunduk seperti sedang meratapi sesuatu.

Dari arah belakang gue liatin lelaki itu, dengan penasaran dan penuh perhatian. Gue mengharapkan ada pergerakan dari orang yang lagi jongkok itu. Karena gue kira dia cuma mau ngambil sesuatu yang ada di bawah atau sedang memperbaiki sesuatu di jembatan. Ternyata setelah gue perhatiin terus selama dari belakang sampe gue lewat di depannya, orang tersebut engga bergerak sama sekali. Tetap jongkok secara misterius.

Perubahan pikiran terjadi di kepala gue. Awalnya gue menganggap biasa aja terhadap orang itu. Tapi gue berpikir bahwa telah terjadi sesuatu dalam hidup orang tersebut sehingga berjongkok secara aneh. Mungkin orang terdekatnya meninggal? mungkin dia dipecat pagi itu juga oleh perusahaan yang mempekerjakannya secara tiba-tiba? mungkin istrinya kabur? atau mungkin yang seperti temen gue bilang, dia ngantuk?( lupakan kata-kata temen gue)

Apapun yang terjadi dengan orang jongkok itu, gue ga bakal pernah tau. Karena gue punya kepentingan lain pada saat bertemu dengan orang hitam itu. Setelah jauh gue berjalan melewati dia, kira-kira sejauh 50 meter, gue mencoba melihat keadaannya untuk yang terakhir kali. Ternyata orang hitam itu ga bergeming dari tempatnya berjongkok. Orang-orang pun hanya melihat dan melawatinya dengan cepat, karena memang jam waktu itu adalah jam berangkat orang-orang kerja.

weird.

THE MOTHER WHO HAVE LOST.
Kejadian ini terjadi pada saat gue pulang kampus di jam-jam sibuk pulang kantor. Seperti biasa, pada jam-jam sibuk, busway pasti penuh dengan orang-orang yang ingin pulang, mengharapkan suasanan rumah yang nyaman untuk beristirahat. Suasana sesak, ramai, capek dan pegel menyelimuti isi didalam bus. Perjalanan pulang gue udah sampe di halte pejaten dan menuju halte berikutnya. Posisi gue berdiri dalam bus yaitu ada di dekat pintu tengah, tempat orang-orang keluar masuk. Sesampainya gue di halte sesudah pejaten ( maaf, gue lupa nama haltenya).

 Pintu membuka seperti biasa, memberikan jalan bagi yang ingin keluar dari bis. Seorang penjaga pintu mengatur dan mengawasi orang-orang keluar tersebut. Biasanya proses penurunan penumpang tidak memakan waktu yang lama. Untuk sesaat gue mendengar suara ibu-ibu sedang berbicara dengan penjaga pintu. Lalu beberapa saat kemudian, gue melihat keadaan diluar bus, karena gue merasa ada sesuatu yang ganjil kalau waktu penurunan penumpang selama ini. Diluar bis, gue melihat ibu-ibu dengan muka yang sedikit tegang, membawa anaknya yang masih bocah, dan ibu tersebut berteriak-teriak kecil nama anaknya kearah bis. Mengharapkan anaknya keluar dari dalam bis. Guepun bingung dengan sesosok ibu yang terlihat panik ini.

 Setelah ditanya oleh petugas yang sedang berjaga, ternyata ibu tersebut kehilangan anaknya dari halte DUKUH ATAS. Gue yang mendengar pengakuan dari sang ibu langsung berpikiran "WHAT?!" ( dengan muka aneh gue). "gimana caranya?" "ko bisa?" Berbagai pertanyaan-pertanyaan muncul dalam benak gue.

Ibu itu pun terlihat makin panik ketika tidak menemukan tanda-tanda anaknya. Sekali lagi, gue tidak bisa berbuat apa-apa ketika hal itu terjadi. Gue hanya melihat dan berdiri pegel didalam bis sambil memikirkan apa saja kemungkinan yang terjadi dengan anak dan ibu tadi di halte dukuh atas.

its such a mystery.

THE SQUATING KIDS
Gue bertemu dengan manusia yang sedang berjongkok lagi! untuk yang satu ini bedanya, manusia tersebut adalah seorang anak pengemis. Keliatannya memang wajar-wajar aja kalo kita melihat anak pengemis jongkok menutupi mukanya. Gue bertemu dengan anak ini ketika perjalanan pulang gue dari kampus. Waktu itu gue nebeng dengan temen sampai giant mampang. sesampainya disitu gue memutuskan untuk beli coklat bueno, karna suasana saat itu lagi ujan dan gue belom makan apa-apa, jadi gue membutuhkan energi untuk menembus dinginnya hujan.

Guepun keluar giant menuju tangga busway sambikl memakan coklat yang gue beli. Sasat gue menaiki tangga, gue bertemu dengan bocah pengemis ini. Wajahnya ga keliatan karna dia menunduk sama seperti pria hitam waktu itu. Tubuhnya kurus dan tak terlalu tinggi. Pakaiannya kumel dan dia membawa kantong berisi sampah-sampah botol plastik. Dia duduk di samping tangga yang gue lewati.

Sebenernya banyak orang yang lewat dekat dengan dia. Tapi seperti biasa, orang-orang hanya acuh aja. Gue pun yang berjalan mendekati sambil makan bueno, niatnya sih pengen ngebagi coklat yang gue punya ke bocah itu, karena dia ga bergerak sedikitpun, jadi gue sempet ragu buat ngasih apa engga. Gue pun memutuskan untuk berjalan terus menuju loket.

Setelah gue beli tiket di loket,, gue mencoba kembali mengecek keadaan anak tersebut. Ga lama kemudian, ada seorang ibu-ibu memperhatikan anak tersebut dan mencoba memberikan uang. Anehnya, bocah tersebut ga bergeming sedikitpun! , masa sih seorang bocah pengemis di kasih uang gamau? ibu yang mencoba memberikan uang itu pun tidak berhasil membuatnya bergerak, jadi dia menaruh uang di dalam kantong anak itu. Anak itu tetap berdiam diri.

Apa yang terjadi dengan bocah itu?


Sebenarnya gue tertarik untuk mencari tau apa yang terjadi pada mereka. Tapi apa daya, gue ga bisa berbuat apa-apa.

2 komentar:

  1. Hmmm, sebenernya mungking bukan keanehan sih. Bisa jadi itu cuman kejadian normal sehari-hari, reaksi normal manusia atas masalah mereka. Yang bikin berasa aneh mungkin karena kita baru mulai membuka mata soal lingkungan sekitar. Dan kita baru sadar bahwa orang punya reaksi yang berbeda. Atau selama ini kita selalu berfikir bahwa reaksi orang atas suatu masalah bakal sama ama reaksi kita. Kalo dulu-dulu kita meratiin juga sebenernya banyak orang-orang kayak gitu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeap. Seharus gue ganti ye judulnya. Kurang pas haha.
      Thanks ya ra udah baca sama kasih komen haha. Well, you're right. Semua orang punya respon atas masalahnya masing-masing dengan cara mereka sendiri.
      Kayanya gue juga harus banyak latian nulis lagi. Cerita yang ini masih banyak kurangnya haha.

      Hapus