Begitu banyak buku yang ada di rumah. Semua rak dan semua laci yang ada di ruang tengah hampir keisi dengan buku-buku yang keluarga gue kumpulin. Dari buku agama anak SMP ( yang pasti itu punya gue), sastra, filsafat, perekonomian, konspirasi, pengembangan diri sampe buku-buku tua kepunyaan bokap dan buku dengan banyak koleksi perangko dari berbagai dunia kepunyaan nyokap. Buku-buku itu juga ga cuma ada di ruang tengah aja, kamar gue dan kamar saudara-saudara gue juga masih ada.
Kita masing-masing punya ketertarikan tersendiri untuk beli atau sekedar baca buku-buku itu. Kadang gue beli sebuah buku karena judulnya keren, dan ga gue baca lagi ketika gue tau betapa nga ngertinya gue dengan isi buku yang gue beli. Banyak buku yang gue beli tapi terlantar, sesudah gue tau isinya.
Tapi ada satu buku yang akan ngebuka mata gue tentang keluarga ini. Terutama bokap gue.
Setelah beberapa menit, gue ga menemukan buku yang gue cari di ruang tengah, gue pun berjalan ke kamar kaka gue yang kedua. Kamar yang berantakan. Berbagai ornamen kebutuhan kerjanya berserakan di meja. Kasur dengan selimut dan guling yang amburadul. Celana dan baju tergeletak di lantai. Gue memaklumi berantakannya kamar ini, wajarlah bagi seorang akuntan yang kerjanya lembur setiap hari. Mana sempet beres-beres kamar.
Di kamarnya ada lemari yang berbentuk letter U yang berisi buku-buku dan CD musik kepunyaannya. Gue pun mencari buku yang seru. Perpindahan buku-buku yang ada dirumah biasa terjadi, dan biasanya buku-buku itu hanya berpindah ke bokap, kamar gue, atau yang terakhir adalah kamar kaka gue yang kedua. Gue berharap ada buku bagus di rak buku kaka gue ini.
Gue mencari dengan sabar di tengah banyaknya pajangan-pajangan dan benda-benda kepunyaan kaka gue yang ada di rak ini. Di satu sisi, gue cuma nemuin buku-buku pengetahuan umum dan buku-buku kuliahnya. Di sisi lain gue nemuin buku-buku bacaan. Novel supernova, The lord of the rings , komik slamdunk.. ah gue males baca yang begituan. Gue lebih suka baca cerita-cerita pendek.
Berpikir ga nemuin buku yang gue cari, gue pun secara ga sengaja ngeliat buku notes tua yang tipis berwarna ijo tosca, dan bergambar kipas didepannya. Gue mulai suka kalo gue nemuin barang-barang lama kepunyaan keluarga gue. Kertas dari notes itu berwarna coklat, nandain bahwa notes itu udah tua dan ga mungkin punya kaka gue.
Gue buka notes itu pelan-pelan. Gue takut itu bakal rusak lebih parah karena sisi notes yang dijilid udah mau lepas. Setelah gue buka, gue menemukan tandatangan bokap gue dengan nama dibawahnya terletak di ujung kanan notes itu. Itu nunjukin bahwa itu kepunyaan bokap gue dulu.
Halaman demi halaman gue buka. Dan halaman demi halaman itu juga mata, hati , dan pikiran gue kebuka. Betapa kagetnya gue bahwa notes ini berasal dari tulisan bokap yang lagi belajar di Inggris waktu itu.For youth info, gue belom lahir di tahun bokap gue nulis itu.
Halaman pertama gue buka.
Langsung terlihat ayat alquran yang berlafadz, Bissmilahhirahmanirrahim..
Dilanjut dengan berbagai quotes kumpulan bokap yang tertulis rapih di tiap halamannya.
Semua quotes yang ada di satu halaman notes itu tertulis dengan ejaan lama.
Beberapa quotes yang ada di notes itu tertulis seperti ini.
Djika Kau Mengetahui
Sesuatu Hal Jg Baik
Lakukanlah itu dengan
Segenap tenaga dan
pikiranmu [Montesquieu]
Segala Sesuatu Jg Diinginkan
Dengan Sangat Bernafsu
Segera terasa Hambar bila
telah berhasil
[Shakespeare]
Jg Penting dalam dunia ini
Bukanlah Dimana kita Berdiri
Akan tetapi Kedjurusan Manakah
Kita akan pergi
[ Holmes ]
MANUSIA, masih merupakan RAHASIA
bagi MANUSIA itu sendiri
[ gnotis avton ]
Itu adalah beberapa quotes yang ada.Dan halaman-halaman berikutnya juga di penuhi dengan quotes-quotes kumpulan bokap.
Gue ga pernah berpikir bahwa bokap gue juga suka ngumpulin quotes dan nulisin semua itu dengan rapih.
Gue hanya berpikir bahwa bokap adalah seorang kepala keluarga yang sangat bertangung jawab kepada keluarganya. Gue jarang tau cerita-cerita bokap gue jaman dulu kaya apa. Gue dan bokap gue jarang cerita-cerita masa lalu yang seru secara personal. Jadi gue ga begitu tau tentang bokap gue sepenuhnya.
Tapi ada satu section dalam notes itu yang ngebuka pandangan gue akan bokap gue sendiri.
Sebuah Tulisan dari penyair Inggris, Rudyard Kipling
"Apabila engkau telah sanggup mengekang nafsumu, tahan pada masa semua orang telah ditarik oleh syahwatnya.
Apabila engkau sendiri masih percaya pada dirimu sendiri , pada masa orang lain telah ragu.
Apabila engkau telah sanggup menghiasi wajahmu dengan kesabaran dan menunggu dengan tenang, padahal berbagai tuduhan telah ditimpakan kepadamu
Apabila engkau telah sanggup mengambil kepastian dengan tidak dipengaruhi oleh angan-angan dan dapat mengendalikan pikiran
Apabila engkau telah sanggup mengatasi hidup, tiada terlonjak gembira bila ia datang, dan tiada bersedih bila dia pergi, tidak suka cita tatkala tertawa dan tidak berduka tatkala menangis.
Apabila engkau telah sanggup menahan pukulan melihat nasihatmu yang berharga dan keikhlasan hatimu diambil jadi senjata oleh orang-orang yang rendah budi untuk menantang engkau, dan penarik narik orang yang lemah
Apabila engkau telah sanggup menahan hatimu, melihat pendirian yang engkau perjuangkan dan perubahan yang kau kehendaki diperhatikan orang
Apabila engkau telah sanggup menentukan tujuan dan batasnya, tetapi tak berhasil menunjukan yang pertama, lalu tegak lagi dan, engaku mulai pula dengan tidak mengeluh
Apabila engkau telah sanggup menentukan hatimu dan menguatkan perasaanmu, bila bertemu dengan berbagai kesulitan
Apabila engkau telah sanggup mendorongkan hatimu kemuka dalam perjuangan hidupmu, dan menghadapi dunia, baik pada waktu manis atau pahit dengan tetap memelihara keutamaan dirimu pada waktu manapun, dan engkau sanggup masuk kedalam majelis raja-raja dengan pakaian orang biasa.
Apabila benci musuhmu dan sayang temanmu, tidak lagi mempengaruhi tegak adilmu
Apabila engkau telah sanggup mengambil hikmah dari pergiliran zaman dan mengambil manfaat dari pada pergantian hidup dan semuanya dapat kau kuasai dan bukan engkau yang dikuasainya.
Apabila engkau telah sanggup menghadapi semuanya itu, maka engkau nyata seorang pahlawan dan engkaulah yang berhak mempusakai dunia seisinya serta engkaulah yang sebenar-benarnya,
LAKI-LAKI
anakku..
Sebuah pesan dari dalam hati seorang bokap kepada anaknya. Walaupun kata-kata itu bukan berasal dari mulutnya. Tapi sebuah keinginan dan harapan akan anaknya tergambar jelas.
Bokap emang punya caranya sendiri menyampaikan sesuatu hal yang seperti ini.
Dan buku tosca ini bakal menjadi buku terbaik dan terkeren dalam hidup gue.
Dan menjadi pedoman gue dalam kehidupan ini.
Thanks dad.. for helping me through this world
I know you're smart people who love your sons
And i will never forget to thanks to GOD
that im your son
Thanks dad/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar