“PENANGANAN KELUHAN
PELANGGAN: PERSPEKTIF PENYELENGGARA JASA dan PELANGGAN”
Pelanggan dan para karyawan
merupakan asset yang sangat berharga bagi sebuah perusahaan. Terutama Perusahan
jasa. Oleh karena hal itu, dalam menunjang kelangsungan perusahaan, perlu
dipertahankan dan ditingkatkan pemeliharaan hubungan baik dengan karyawan
maupun pelanggan serta peningkatan kepuasan pelanggan.
Salah satu upaya untuk
mempertahankan pelanggan, yaitu dengan menangani pelanggan yang tidak puas
melalui mekanisme PENANGANAN KELUHAN.
Dilihat dari sisi pelanggan,
pelanggan akan merasa puas ketika mendapatkan keadilan, yang sebelumnya
dilandaskan dengan kemungkinan suksesnya keluhan dan mendapat control. Setelah
itu, baru dirasakan kepuasan pelanggan akan PENANGANAN KELUHAN yang diberikan
oleh karyawan perusahaan.
Dari sisi Internal Marketing,
kualitas PENANGANAN KELUHAN konsumen melalui karyawan di pengaruhi oleh
pemberian kepuasan dan motivasi untuk customer service. Selain itu, pemberian
bantuan perusahaan melalui supervisor kepada customer service juga dapat
meningkatkan kualitas PENANGANAN KELUHAN.
Tetapi, pemberian bantuan
(support) baik dari perusahaan maupun supervisor yang langsung ditujukan untuk
meningkatkan komitmen para customer service tidak dapat terjadi. Untuk dapat
meningkatkan komitmen karyawan customer service, harus melalui kepuasan dan
peningkatan motivasi karyawan dalam prosesnya. Setelah itu baru mendapatkan
komitmen dari karyawan terhadap perusahaannya.
Komitmen karyawan menjadi
satu-satunya jalan untuk meningkatkan kualitas PENANGANAN KELUHAN pelanggan.
Jika hanya salah satu dari motivasi atau kepuasan kerja karyawan saja yang
tercapai, maka peningkatan kualitas PENANGANAN KELUHAN tidak dapat terjadi.
Hal ini menjelaskan tentang
hubungan timbal balik (dyadic) antara kualitas PENANGANAN KELUHAN pelanggan
dengan kepuasan pelanggan terhadap penanganan keluhan pelanggan dan juga
menjelaskan interaksi antara internal marketing dengan upaya relationship marketing
yang dijalankan penyelenggara jasa dengan memperhatikan perilaku keluhan
pelanggan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar